fbpx

Kangen Jagongan Seperti Dulu

Salah satu kerugian usia panjang adalah kita akan melihat kematian orang-orang terkasih.

Maximilianus

Kalimat di atas merupakan penggalan percakapan Maximilianus dengan Maria (keturunan Maximilianus ke 7) pada film Ashabul Kahfi saat menyadari kalau anak istrinya sudah mati setelah ditinggal tidur di dalam gua lebih dari 300 tahun.

Padahal! Bagi Maximilianus dan kawan-kawannya tidur itu terasa seperti sehari atau paling lama dua hari. Nyatanya malah sudah tidur selama ratusan tahun. Maka wajar saja jika mereka merasa kaget dan sedih ketika mendengar keluarga mereka sudah meninggal semuanya.


Aku merasakan kehilangan demi kehilangan akan orang-orang terdekatku yang telah mendahuluiku menghadap Maha Cinta.

Dulu, aku jam segini masih asyik ngobrol dengan temanku sambil ngopi dan nyebats. Tema obrolannya beragam. Bisa seputar agama, politik, rancangan bisnis, atau apa pun yang terlintas di benak kami.

Meskipun usianya jauh di atasku, obrolan kami selalu nyambung. Aku benar-benar merasa sangat akrab dengannya.

Kadang aku yang ke rumahnya untuk ngobrol sampai larut malam. Kadang dia yang ke sini untuk belajar ngoding sampai larut malam.

Aku merindukan saat-saat itu. Entahlah. Tiba-tiba saja ingatanku kembali ke masa itu dengan gambaran yang sangat jelas. Aku seperti masih bisa mencium bau minuman yang kami minum bersama saat itu.

Dua tahun sudah berlalu. Aku masih belum bisa mendapatkan teman ngobrol seperti dia.

Aku nyaris tak pernah lagi ngobrol sampai larut malam setelah kepergiannya. Entahlah. Aku lebih suka memilih untuk selonjoran di kamar sambil main HP atau menemani si K main game.

Rasanya aku menjadi lebih suka menyendiri, merenung, menulis, atau menonton video lucu.


Malam ini terasa beda. Sebetulnya bukan malam ini saja melainkan sejak malam-malam sebelumnya. Hanya saja, malam ini terasa semakin luar biasa. Terasa semakin kuat.

Aku merasakan kegelisahan yang luar biasa. Semacam ada dorongan untuk mencari teman ngobrol seperti dulu.

Aku ingin menceritakan apa saja yang ingin kulakukan. Ide apa saja yang terlintas di benakku. Rancangan-rancangan apa yang sedang kupikirkan.

Akan tetapi…

Sipakah teman ngobrol itu? Di manakah dia berada?

Aku belum tahu. Yang aku tahu, aku sedang dihinggapi kejenuhan yang luar biasa. Jenuh menghadapi rutinitas yang begitu-begitu saja.

Pelarianku selama ini hanya bisa lewat tulisan. Entah nyetatus di Instagram, Facebook, Twitter, atau nulis di blog. Semuanya aktif dan update untuk beberapa hari terakhir ini.

Leave a Reply