Pengalaman Konsultasi di Halodoc

Sejak pandemi, hal yang paling kuhindari adalah pergi ke fasilitas kesehatan karena wajib memakai masker. Meski sudah ada aplikasi penerjemah suara ke text, namun belum 100% akurat penerjemahannya. Biasanya jika sakit aku memilih untuk mengobati dengan cara herbal, namun kemarin lain, munculnya benjolan di area leher membuatku overthinking dan memutuskan konsultasi di Halodoc.

Konsultasi di Halodoc

Aku download halodoc di Playstore. Mengisi data, termasuk di dalamnya data berat badan dan tinggi badan. Halodoc bukan bermaksud untuk kepo, TB dan BB akan digunakan dokter untuk meresepkan obat. Setelah mendaftar, aku memilih dokter.

Saat itu aku memilih dr. Iffa Aulia Hakim M.Biomed yang sedang online. Setelah memilih dokter, kita ditujukan ke halaman pembayaran untuk membayar biaya konsultasi. Enggak perlu khawatir, pilihan pembayaran Halodoc termasuk mudah, kita bisa memilih untuk membayar melalui e-wallet maupun debit dan cc.

Pilihan dokter di Halodoc terhitung bervariasi dengan range harga yang sangat beragam. Sebaiknya memilih dokter sesuai dengan keluhan kita. Aku merasa jika sakitku bukan sakit gawat yang membutuhkan dokter spesialis, sehingga aku memilih untuk konsultasi ke dokter umum.

Pengalaman Konsultasi di Halodoc

Setelah membayar, halodoc langsung mengarahkan ke fitur chat dengan dokter. Saat itu kuceritakan keluhan dengan detail, sejak kapan keluhan kurasakan dan dimana benjolan yang tiba-tiba muncul. Dokter mengkonfirmasi apakah aku demam, batuk dan pilek.

Dokter Iffa terhitung sangat komunikatif. Beliau merespon keluhanku dan menjelaskan kenapa bisa ada benjolan di leher sehingga aku tidak lagi overthingking.

Benjolan Kecil yang Tiba-tiba Muncul di Leher

Terdapat tiga titik benjolan di leher yang muncul. Benjolan tersebut secara sekilas tidak terlihat namun akan terasa ketika diraba. Benjolan sangat nyeri ketika disentuh. Gejala penyerta lainnya adalah batuk berdahak, gejala pilek dan nyeri tenggorokan.

Dokter Iffa menjelaskan jika benjolan tersebut muncul karena pembengkakan kelenjar getah bening yang banyak terdapat di area leher dan berakitan dengan radang tenggorokan atau infeksi saluran nafas akut. Dokter Iffa menjelaskan jika aku tidak perlu khawatir dan cukup fokus dengan penyembuhan radang tenggorokan akut tersebut, sementara benjolan akan menghilang seiring dengan sembuhnya faringitis akut tersebut.

Chat dengan dokter Iffa terhitung singkat, namun ini sangat worth it dibandingkan scroll Google yang menambah overthingking. Setelah puas bertanya-tanya ke dokter Iffa, dokter Iffa memberikan resep obat dan menegaskan jika antibiotik harus dihabiskan dan obat yang lain bisa dihentikan ketika gejala sudah hilang.

Tebus Obat di Halodoc

Obat yang diresepkan di Halodoc tidak harus ditebus di Halodoc, namun, ada abeberapa apotik yang ketat terkait penebusan antibiotik dan menyarankan untuk tetap menebus di apotik yang direkomendasikan oleh Halodoc.

Pengalaman Konsultasi di Halodoc

Aku sempat mau menebus obatnya di apotik dekat rumah, namun karena tidak lengkap, aku memutuskan untuk menebus lewat Halodoc dengan menggunakan kurir instant Gojek. Total keseluruhan obat yang harus dibayar 130-an. Mahal jika dibandingkan dengan periksa di mantri dekat rumah. HAHAHA.

***

Meskipun biaya yang dikeluarkan lebih mahal dibandingkan periksa di mantri atau faskes BPJS, namun dalam kondisi darurat yang tidak membutuhkan penanganan dokter langsung, konsultasi di Halodoc terhitung menjadi pilihan yang tepat. Aku pun juga menggunakan Halodoc kembali untuk konsultasi terkait luka di kulit Hada yang tak kunjung sembuh. Alhamdulillah, setelah minum obat yang diresepkan oleh dokter Iffa, kondisiku berangsur membaik dan benjolan di leher hilang yang diikuti dengan menghilangnya gejala faringitis akut.

Leave a Reply

%d bloggers like this: