Pengalaman Pertama Terlibat Proyek IT Besar Secara Langsung: Dari Panik Jadi Percaya Diri

Dulu, zona nyamanku itu sederhana banget: duduk manis di depan layar, pasang headphone, lalu ngoprek kode program sampai tuntas. Kalau ada proyek IT skala raksasa, aku cukup jadi developer di balik layar. Urusan adu argumen, nego timeline, atau senyum ramah ke klien biar suasana adem, ya biar orang lain yang handle. Pokoknya aku tinggal terima beres berupa task ticket yang rapi. Sampai akhirnya datang bulan Juni 2026 di Jakarta, momen ketika duniaku mendadak jungkir balik.

Niatnya Mau Nyantrik, Malah Jadi Ujung Tombak

Waktu itu pak bos bilang ke aku, “Kamu ikut ya, itung-itung sambil belajar.” Bayanganku waktu itu langsung enteng: asyik, palingan aku cuma disuruh jadi asisten senior, nyatet notula, atau sekadar jadi kuli tukang yang bantuin teknis kecil-kecilan. Tapi begitu setelah kickoff dan melakukan koordinasi beberapa hari, kenyataannya bikin dengkul lemas 😂. Gak ada yang namanya bantalan senior. Aku malah langsung didorong ke garis depan, jadi ujung tombak teknis yang berhadapan langsung dengan puluhan orang dari berbagai PIC aplikasi klien. Lha, terus aku mau belajar dari mana kalau gini ceritanya?

Di minggu-minggu pertama, aku sempat ngerasa frustasi luar biasa. Tiap kali mau buka suara di forum meeting, isi kepala rasanya ambyar. Takut salah ambil keputusan arsitektur sistem, takut salah jawab waktu dicecar pertanyaan bertubi-tubi soal integrasi API, atau takut bikin kantor malu. Dalam hati aku sering membatin, “Bisa gak ya aku mundur aja balik ke pojokan ngetik kodingan?” Rasanya pengen ngilang waktu itu, tapi ya mau gimana lagi, panggungnya sudah telanjur digelar.

Yang paling mahal itu adalah kesempatan, yang paling murah adalah belajar.

Refleksi Diri

Menemukan Pijakan di Tengah Badai Meeting

Tapi ternyata manusia itu memang makhluk yang liat ya. Setelah beberapa kali kejepit masalah dan terpaksa mikir cepat, perlahan aku mulai nemu ritmenya. Satu per satu blocker integrasi yang kusolusiin bikin rasa panik itu mengikis. Aku yang tadinya kaku kayak kanebo kering, mulai pede mimpin jalannya meeting sendiri, ngejelasin alur data ke PIC aplikasi yang beda-beda karakter tanpa rasa gemetar lagi. Rasa bangga yang pelan-pelan mekar di dada waktu solusi yang kutawarkan disepakati bersama itu bener-bener gak bisa dibeli pakai uang.

Jangan Lari Saat Dilempar ke Kolam Dalam

Kalau sekarang kamu lagi ngerasa gak siap karena dipaksa memegang tanggung jawab yang jauh melampaui kemampuanmu, jangan keburu kabur. Belajar teori itu murah dan gampang dicari di internet, tapi kesempatan untuk dipercaya berada di posisi krusial itu amat sangat mahal, wong gak semua orang dapat giliran. Hadapi aja pelan-pelan. Kadang kita baru sadar kalau kita bisa berenang justru setelah nekat dilempar ke bagian kolam yang paling dalam.

Petunjuk Sitasi
Budairi, Ahmad. (2026). Pengalaman Pertama Terlibat Proyek IT Besar Secara Langsung: Dari Panik Jadi Percaya Diri. Blogger Sejoli. https://bloggersejoli.com/pengalaman-pertama-terlibat-proyek-it-besar-secara-langsung-dari-panik-jadi-percaya-diri/ (diakses pada 25 September 2026 20:51)

Discover more from Blogger Sejoli

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading