fbpx

Pertanyaan yang Sering Muncul tentang Food Combining

Enggak sedikit yang nanya tentang Food Combining dengan pertanyaan yang nyaris seragam. Sayangnya, aku bukan tipe orang yang menyuruh orang lain untuk Googling jawabannya karena aku tahu tidak semua orang bisa menyaring informasi yang sudah diterima.

Aku terus kepikiran, kenapa enggak dijadikan satu blogspot aja biar kalau ada yang nanya pertanyaan familiar tinggal disodorin blogpost. Hahaha, dasar blogger.

Berapa Budget untuk Food Combining?

Melakoni food combining sebenarnya bisa diatur berdasarkan budget yang diterima. Mengaturnya dengan cara memilih buah dan sayur yang sedang musim. Musim kayak gini jangan petengkrengan memilih buah mangga, masih 40k/kg yang bisa dihabisin dalam satu hari. Pilih pepaya dulu yang cuma 9k/kg.
Budget untuk makan kami enggak tetap. Kadang seminggu 200k cukup, enggak jarang 200k cuma buat 2 hari saat pengen makan buah yang aneh-aneh semacam anggur, kiwi. Ya, itung-itung menghadiahi diri sendiri yang sudah lelah bekerja. Heuuu.

Apakah Food Combining Bisa untuk Diet?

Ini pertanyaan paling sering, apakah FC bisa menjadi cara menurunkan berat badan? Jawabnya bisa iya, bisa juga tidak. Iya kalau berata badanmu sekarang over weight dan tubuh sudah mulai keberatan dengan lemak jenuh yang menempel. Tidak jika ternyata tubuh kamu sudah merasa ideal, atau bahkan malah naik ketika tubuh kamu ternyata kekurangan nutrisi.
Nah, lhooo…
Ini yang diet karena ingin makin langsing padahal sudah terlampau kurus bisa kena jewer. Jangan sampai dietnya malah membuat tubuh semakin kekurangan nutrisi. Jangan anggap remeh kekurangan nutrisi ya, kekurangan nutrisi enggak kalah bahayanya dengan kelebihan nutrisi.
Kekurangan nutrisi pada tubuh bisa menghambat kecerdasan, menghambat metabolisme, membuat tubuh cepat lelah dan rentan sakit. Kan enggak lucu kalau kelewat langsing tetapi dikit-dikit ngedrop.
Sebaiknya meniatkan Food Combining untuk menjaga kesehatan tubu. Dibanding untuk sekedar diet, food combining lebih tepat disebut sebagai pola makan sehat yang membuat pelakunya mempunyaii tubuh yang sehat dan bugar dengan keadaan organ yang berfungsi dengan baik.

Sampai Kapan Melakukan Food Combining?

Sampai kapan? Sepanjang kami masih ingin memiliki tubuh yang sehat, kami bertekad untuk tetap menjadikan pola makan food combining sebagai pola makan default. Ini bukan diet yang setelah sakitnya sembuh lantas bisa menabrak sana-sini.
No.
Sakit sembuh justru harus semakin memperhatikan asupan karena kita sudah merasakan sendiri betapa enggak enaknya sakit itu. Aku ingin memiliki umur yang produktif, umur yang produktif tentu saja harus ditunjang dengan kesehatan yang mumpuni.
Jadi yang berniat untuk Food Combining hanya pada periode tertentu, eman banget. Hehehe, tetapi coba dulu deh, kalau sudah merasakan betapa entengnya badan setelah melakoni Food Combining terus jatuh cinta sepanjang hidup. Hihihi.

Apakah Food Combining Anti Sakit?

Ditanya begini, aku hanya menjawab; apakah dokter dilarang sakit? Apakah kanjeng Nabi tidak pernah sakit? Sakit itu manusiawi. Kalau tidak pernah sakit sama sekali, mungkin apakah mungkin dia bukann manusia. Hahaha.
Terus apa fungsinya Food Combining kalau masih tetap sakit?
Food Combining menjaga imunitas tubuh dan kerja organ di dalam, setidaknya pertahanan tubuh kita lebih kuat saat menghadapi kuman atau virus di luar. Dengan food combining kita mencegah penyakit yang timbul akibat kerusakan fungsi organ dalam atau faktor internal.
Abah K yang GERD Alhamdulillah sekarang jauh lebih stabil, enggak pakai aneka macam obat-obatan. Cukup dengan asupan buah, sayur, karbo, protein dan gaya hidup yang sehat. Olahraga, sinar matahari enggak ketinggalan.

Food Combinig Bikin Lebih Sensitif dengan Bahan Pangan yang Berbahaya?

Wkwkwkwk, ini pernah kurasakan setahun yang lalu. Setiap kali FC ketat terus cheating mie ayam, balik FC lagi, biasanya aku akan diare atau biduren. Hahahhaa. Hal beginian membuat beberapa orang keder karena itu dianggap sebagai lemahnya daya tahan tubuh anak FC.
Enggak ah.
Justru alarm tubuh anak FC lebih peka. Makanya baru kesenggol dikit langsung bereaksi. Tetapi, semakin kesini aku sudah mulai paham ritme tubuhku. Aku biasanya ingin makan sesuatu di luar juklak saat tubuh merasa sehat dan bugar, itu pun hanya satu porsi after long time. Percaya enggak, aku baru makan mie ayam saat lebaran kemaren, itu pun langsung dibayar pakai bergelas-gelas jus sayur. Hehehe
Terus enggak kapok? Enggak. Malah rasanya ada yang kurang kalau sarapan enggak ketemu buah. Tubuh kayak oleng mencari-cari apa yang dirindukan. Lebih memilih untuk mengeluarkan tenaga dan budget lebih untuk menjaga pola makan sehat dibandingkan makan serampangan dan harus membayar dengan resiko yang enggak sedikit.
Allahumma bagas waras slamet dunya akhirat. Semoga teman-teman sekeluarga sehat-walafiat, rejeki lancar, tak kurang suatu apa. Aaamin

Leave a Reply