Menghidupkan Kembali Ehla Hadia

Aku dan Ayi membuat proyek Ehla Hadia sudah hampir setahun. Awalnya, proyek ini bertujuan untuk mendapatkan provit melalui jualan produk fisik berupa perlengkapan bayi dan semacamnya. Akan tetapi ternyata kami kurang punya waktu untuk menyeriusi hal itu. Walhasil proyek Ehla Hadia terbengkalai. Tidak pernah tersentuh lagi.

Kami kemudian fokus ke pengembangan project Nusagates Institute. Di sana, kami mengajak teman-teman yang bersedia nulis bareng untuk diterbitkan di blog nusagates.com. Alhamdulillah ada 15 teman dari kalangan mahasiswa maupun ibu-ibu muda yang berkenan bergabung. Melihat perkembangan yang cukup bagus di Nusagates, aku pun membuat legalistasnya berbentu PT Perorangan.

Ide Menghidupkan Ehla Hadia

Ide untuk menghidupkan kembali Ehla Hadia berawal dari idealisme kami yang tertolak. Waktu itu, kami membuat printable untuk sebuah RA yang ternyata ada benturan visi di sana. Walhasil! Kami menerbitkan printable sesuai idelaisme kami di Ehla Hadia sedangkan printable untuk RA tersebut mengikuti permintaan.

Kami sempat bingung. Apakah printable yang dibuat itu mau diterbitkan di Nusagates atau di Ehla Hadia. Namun setelah melalui pertimbangan akhirnya diputuskan untuk diterbitkan di Ehla Hadia saja dengan tujuan membedakan branding.

Kami akhirnya bersepakat untuk mengembangkan Nusagates pada bidang artikel ringan dan Ehla Hadia untuk printilan yang downloadable untuk dunia pendidikan, bisnis, atau lainnya.

Roadmap Ehla Hadia

Untuk saat ini, Ehla Hadia fokus pada pembuatan dan penerbitan printable untuk mendukung pembelajaran anak usia dini. Ayi yang memiliki konsepnya sedangkan aku yang bertugas untuk mewujudkannnya ke dalam sebuah desain printable.

Kami berharap dalam waktu dekat bisa menyelesaikan printable menebalkan huruf dengan lengkap. Setelah itu, kami akan melakukan serangkaian uji coba untuk perbaikan printable tersebut. Setelah tahapan itu selesai, selanjutnya kami akan membuat komunitas belajar daring bersama.

Semangat yang kami usung di dalam Ehla Hadia ini adalah “Semua Bisa Menjadi Guru untuk Anak Sendiri”. Pada saatnya nanti, kami akan membuka kanal konsultasi bagi orang tua yang memiliki hambatan dalam mendampingi anaknya belajar.

Leave a Reply

%d bloggers like this: